Dari Bali untuk Indonesia: Seminar Nasional Dorong Terobosan Baru dalam Pengajaran Menulis Bahasa Jepang

Denpasar, 15 November 2025 — Upaya penguatan kualitas pendidikan bahasa Jepang di Indonesia kembali mendapat ruang istimewa melalui penyelenggaraan Seminar “Metode Pengajaran Menulis Dalam Bahasa Jepang” yang dipadukan dengan sesi berbagi pengalaman (Sharing Session). Acara yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting sejak pukul 09.00 WITA ini menjadi wadah produktif bagi para pendidik, mahasiswa, dan pemerhati bahasa Jepang dari berbagai daerah.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur The Japan Foundation Jakarta, Inami Kazumi, yang menekankan pentingnya metode pengajaran menulis yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi pembelajar masa kini. Ia turut mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga yang membuat forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan yang kaya dan relevan.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Dr. Ni Made Wiriani, S.S., M.Hum, menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta dan narasumber yang berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan para pengajar mengenai strategi mengajar menulis yang lebih efektif, adaptif, dan berpusat pada mahasiswa. Harapannya, kolaborasi seperti ini dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan bahasa Jepang, khususnya di Bali dan Indonesia.

Sementara itu, Ketua ASPBJI Bali–Nusa Tenggara, Dr. Ngurah Indra Pradhana, S.S., M.Hum, menyoroti peran krusial kemampuan menulis dalam membangun pemikiran kritis mahasiswa. Menurutnya, pengajaran menulis bukan sekadar keterampilan bahasa, tetapi juga fondasi untuk menciptakan generasi pembelajar yang reflektif dan komunikatif. ASPBJI, tegasnya, berkomitmen terus mendukung kegiatan ilmiah yang menguatkan profesionalisme para pengajar.

Seminar ini menghadirkan empat narasumber dari berbagai institusi pendidikan dan lembaga bahasa terkemuka, yaitu:

  • Shinohara Aki (The Japan Foundation)

  • Abigail Indriana (The Japan Foundation)

  • Betty Debora Aritonang (Universitas Mahasaraswati)

  • I Kadek Antartika (Universitas Pendidikan Ganesha)

Keempat pakar ini membahas beragam metode pengajaran menulis, mulai dari teknik pedagogis yang efektif, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran, hingga pendekatan evaluasi yang lebih komunikatif dan mendukung perkembangan mahasiswa.

Selanjutnya sesi berbagi pengalaman menghadirkan lima praktisi pendidikan:

  • Ni Putu Candra Lestari (Universitas Udayana)

  • I Gusti Ayu Niken Launingtya (POLTEKPAR Bali)

  • Gede Boy Sistha Nanda Dipraja (LPK Ganesha)

  • Putu Merlyna Dewi Pramesti (Universitas Pendidikan Ganesha)

  • Novita Restiati (Universitas Udayana)

Para pembicara memaparkan tantangan nyata dalam pengajaran menulis serta solusi inovatif, termasuk penggunaan rubrik penilaian yang transparan, strategi umpan balik konstruktif, dan teknik yang membantu mahasiswa lebih percaya diri dalam menuangkan ide melalui tulisan berbahasa Jepang.

Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi yang berlangsung dinamis. Para peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga kesempatan memperluas jejaring akademik dengan sesama praktisi dan pengajar.

Melalui seminar dan sharing session ini, para pemangku kepentingan pendidikan bahasa Jepang berharap lahirnya metode pengajaran menulis yang lebih kreatif, efektif, dan selaras dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Forum ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan memperkaya praktik pengajaran di masa mendatang.



Leave a Reply