- November 20, 2025
- Posted by: aspbji
- Categories: acara, berita, pengumuman, Public, seminar
ASPBJI Korwil Jawa Tengah–DIY bekerja sama dengan The Japan Foundation Jakarta sukses menyelenggarakan seminar dan presentasi hasil penelitian yang mengangkat tema “Pemahaman dan Komunikasi Lintas Budaya” pada Sabtu, 15 November 2025. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini menghadirkan para pakar, peneliti, dan pemerhati pendidikan bahasa Jepang dari berbagai daerah di Indonesia.
Seminar dibuka dengan pemaparan inspiratif dari Kadoi Minako, M.A., Japanese Language Specialist The Japan Foundation Jakarta. Dalam materinya berjudul 文化を“教える”から“共に考える”へ:異文化理解能力を育てるヒント , Kadoi sensei menekankan pentingnya menggeser pendekatan pembelajaran budaya dari sekadar transfer pengetahuan menjadi proses berpikir bersama. Pendekatan ini dinilai mampu menumbuhkan kepekaan, refleksi, serta kemampuan memahami perbedaan secara lebih humanis dan menyeluruh.
Setelah sesi seminar, acara dilanjutkan dengan presentasi hasil penelitian dari tiga akademisi terkemuka:
-
Prof. Dr. Ely Triasih Rahayu, M.Hum.
-
Dr. Setyani Wardhaningtyas, M.Pd.
-
Dr. Robi Wibowo, M.Hum.
Ketiganya berbagi temuan penelitian dan implementasi pembelajaran bahasa Jepang yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini, memberikan wawasan segar bagi para pengajar maupun peneliti.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh tokoh penting, di antaranya Direktur General The Japan Foundation Jakarta, INAMI Kazumi, serta Ketua ASPBJI Pusat, Prof. Dr. Djodjok Soepardjo, M.Litt., dan Ketua ASPBJI Korwil Jateng–DIY, Heni Hernawati, M.A., Ph.D. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan studi dan pendidikan bahasa Jepang di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, ASPBJI Jateng–DIY berharap dapat memperluas ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik dalam peningkatan literasi budaya dan kemampuan komunikasi lintas budaya. Semangat kolaboratif antara peneliti, pendidik, dan lembaga mitra diharapkan menjadi energi positif untuk memajukan pembelajaran bahasa Jepang, khususnya di Jawa Tengah dan DIY, serta Indonesia pada umumnya.
